Call Us 0354 3101544 | Email alazharpare13@gmail.com

Bimiiahirrahmaanrrahiim

Gagal adalah sesuatu yang yang menakutkan dan tentu tak diharapkan oleh setiap orang. Terentah itu seorang pelajar atau yang mengajar, anak ataupun orang tua, pekerja dalam menjalankan tugasnya, wirausahawan dalam melakoni bisnisnya, dan lain-lain. Tegasnya, setiap kita tentu ingin diketika menjalankan sesuatu hal, kita bakal mendapatkan hasil yang memuaskan, bukan malah sebaliknya.

Hanyasaja untuk berhasil mendapatkan apa yang kita maksud, tentu bukanlah perkara yang mudah. Usaha yang maksimal saja belum cukup. Ianya menghajatkan persyaratan-persyaratan tertentu yang memudah-antarkan kita untuk sampai kepada tujuan. Syarat sederhana-nya yakni dengan menjalankan hal-hal yang  mendekatkan kita kepada tujuan, dan menghindari perkara-perkara yang bisa menjauhkan kita dari tujuan.

Nah, pada tulisan ini, kita akan membahas hal-hal apa saja yang baiknya dihindari, agar belajar kita di Al-Azhar Pare ini tidak menemui istilah gagal. Apa sajakah itu? Yuk, kita bahas bersama!

1.Menyia-nyiakan waktu.

Waktu adalah umur hidup yang sebenarnya. Ketika seseorang menyia-nyiakan waktunya, maka dalam yang sebenarnya, ia  telah menyia-nyia-kan umurnya.. Nabi sholallahu `alaihi wassallam sebagaimana riwayat Ibnu Abbas pernah bersabda, “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari]

Bagi seorang penuntut ilmu, waktu memiliki peranan yang penting dalam menentukan berhasil tidaknya seseorang. Jika waktunya lebih sering dipakai untuk bermain game dan atau kluyuran kesana-kesini, maka mengharapkan keberhasilan agaknya adalah impian yang mustahil terwujudkan. Karena-nya, kalian yang sedang atau ingin belajar di Pare, gunakan-ah waktumu sebaik mungkin!

(Baca Juga : Kegiatan-Kegiatan di Al-Azhar)

  1. Kurang Praktek & Gagal Fokus

Ada sebuah kalimat berbunyi, “Rumus keberhasilan adalah mudah saja, yaitu praktek dan konsentrasi, kemudian meningkatkan praktek dan konsentrasi.”  

Membaca kalimat di atas, fahamlah kita, bahwa diantara perkara yang bisa menyebabkan seseorang gagal mencapai apa yang dicita-citakan adalah sebab malas praktek dan kurangnya fokus atau kosentrasi. Karenanya jika tidak ingin gagal, sering-seringlah  mempraktekkan kosa-kata (mufrodat) yang telah dihafal meski baru seberapa. Semakin sering praktek, maka semakin besar juga kemungkinan bisa-nya. selain itu, juga tak kalah penting yakni fokus atau kosentrasi.

Ingat selalu tujuan dari rumah. Jangan sampai dari rumah jauh-jauh ke Pare niatnya belajar, tapi begitu sampai malah terbelokkan; memfikirkan cinta yang sesaat misal-nya. hmm, jangan sampai ya!

(Baca Juga : Sekilas Tentang Pare Sebagai Kampung Bahasa)

  1. Jauh Dari Allah..

Ini yang terpenting. Karena pada hakikatnya, berhasil tidak-nya penuntut imu sangat bergantung pada Kehendak-Nya ta`ala. Terlebih belajar bahasa arab adaah satu ibadah yang mulia. Maka menempuhnya-pun juga harus dengan cara atau jalan yang mulia. Jauhi maksiat dan apa saja yang bisa mendatangkan murka-Nya. Imam Syafi`I pernah melantunkan syair yang telah mayhur berkenaan dengan hal ini, (yang artinya)

“Aku pernah mengadukan buruknya hafaan-ku kepada Imam Waqi`.Beilau menasihatiku untuk meninggalkan maksiat.

Beliau juga mengabarkan kepadaku bahwasanya ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak mungkin dikurniakan bagi pemaksiat-Nya.”

Demikian secara singkat tiga diantara perkara-perkara yang sangat mungkin akan menjadikan kita gagal  dalam menuntut ilmu di Pare.dan tentu masih banyak lagi perkara-perkara lainya. Harapan-nya dengan mengetahui perkara-perkara tersebut, kita akan berusaha sebisa mungkin untuk menghindar dari melakukanya…

Semoga bermanfaat…