Call Us 0354 3101544 | Email alazharpare13@gmail.com

Bismillahirrhmaaniraahiim

BELAJAR DI KELAS. Apa yang terbetik di fikiran kita ketika mendengar kalimat tersebut? Kebanyakan kita mungkin beranggapan bahwa ianya adalah satu kegiatan yang menyenangkan. Kita bisa belajar dan menyimak langsung penjelasan guru, bersua, bercanda, dan berakrab-akrab  dengan sesama teman di dalam kelas, dan kesenangan-kesenangan lainya. Hanyasaja, juga tidak sedikit  dari kita yang merasa bahwa kegitan belajar di kelas adalah sesuatu yang menjenuhkan. Betapa tidak? Hampir setiap hari disibukkan dengan membaca, menulis, menghafal, mengerjakan berlembar-lembar tugas,dan  belum lagi menggarap PR di rumah nantinya..hmmm..

Eh, tapi tidak semua sekolah –formal atau non formal—seperti itu lho? Ada juga sekolah yang  dalam kegiatan belajar-mengajar-nya begitu megasyikkan. Dan daurah Al-Azhar  pare adalah salah satunya. Disini, kegiatan belajar-mengajar begitu seru, menyenangkan, dan tentu tidak membosankan. Para pelajar tidak cuma sekedar disibukkan dengan membaca, menulis, megerjakan tugas, dan sederat kegiatan yang terkadang  amat memberatkan fikiran. Misal belajar adalah sebuah makanan, maka asatidz dan ustadzah disini selalu bisa menyajikan menu harian ini dalam sajian yang segar, menarik, tidak membosankan dan tentunya bergizi.  Guru diketika mengajar tidak sekedar berdiri di depan papan tulis, duduk tepat dibelakang meja guru, dan atau membagikan berlembar-lembar fotocopian untuk lalu dibahas bersama-sama. metode pembelajaran disini sangatlah variatif dan menyenangkan. Terkadang pembelajaran dilakukan dengan rerupa permainan, seperti al-qishah as-salsalah (cerita berantai), melatih kosentrasi, dan juga tak jarang kegiatan belajar-mengajar di lakukan di luar kelas. Dan lebih menyenangkan-nya lagi, sebelum dan bahkan setiap hendak dimulai pelajaran baru, para pelajar diharuskan menyanyikan lagu-lagu yang telah ditentukan demi agar fikiran dan semangat kembali tersegarkan. Mengasyikan bukan? Jadi kedekatan emosional antara guru dan murid, akan lebih mudah terjalin, selain itu para murd akan merasa lebih relax dalam menimba ilmu dan merasa benar-benar belajar, tanpa melulu merasa digurui..

Lagi, satu diantara progam atau kelas yang ada di Al-Azhar yakni kelas Tamyiz. Kelas yang seru dan menyenangkan sekali. Hampir bisa dikatakan pembelajaran-nya full menyanyi. Tapi tentu tak sekedar menyanyi. Lirik lagu yang dinyanyikan berisi tentang kaidah-kaidah tata bahasa arab atau yang biasa dikenal nahwu dan shorof. Meskipun demikian, pembelajaran seperti ini terbukti berhasil. Betapa tidak? Dengan kaidah-kaidah yang sederhana seperti itu, mereka yang belajar bahasa arab dari dasar sekalipun, setamatnya dari kelas ini sedikit banyak mulai bisa menterjemah kitab klasik dan Al-Quran.  Luar biasa bukan?

Hanya memang semua bergantung kepada pribadi pelajar masing-masing. Seperti perkataan orang bijak, “Tidak ada keberhasilan bagi seorang pemalas..” dan “Tidak ada kesusahan bagi orang yang berusaha..”  Semudah apapun jalan yang ditawarkan, bagi seorang yang memang tak ada niat yang sungguh-sungguh, maka tetap saja terlihat susah. Ya kan?

Sekarang, tunggu apa lagi? Bagi kamu yang ingin bisa bahasa arab, Al-Azhar agaknya adalah solusi yang sangat patut dijadikan pertimbangan..

Yuk, kepoin Al-Azhar